Thursday, August 21, 2008

Perjalanan bisnis ke grosir emas


Sdh seminggu keluarga yang dari kampung datang, ada Ibu tercinta, ada Bapak, ada kakak pedagang emas. Niat ke Jakarta hanya untuk melepas kangen, sekalian menyambut bulan suci Ramadhan. Sebagaimana kebiasan orang Padang pergi BALIMAU atau munggah Bahasa Sunda nya.

Alhamdulillah orang tua yang sdh berumur 69thn masih kuat pergi-pergi, masih kuat ke pasar Senen untuk beli kompor gas yang besar, masih sempat ke Tanah Abang, hari Senin tgl 18 Agus masih kuat ke Bandung menikmati cendol Elizabeth, menikmati nasi Padang di Sari Bundo Titimplik.

Hari Jumat, tgl 15 Agus, kami belanja perlengkapan tukang mas di Sawah Besar, disana paling lengkap dan murah perlengkapan tukang mas yang kami tahu. Karna kakak sudah biasa kesana. Jadi kami beli mesin giling mas, beli timbangan emas beberapa buah untuk dijual lagi, kikir emas dll.

Hari Selasa, tgl 19 Agus 08, kami belanja emas di Kulakan mas. Tempat belanja mas kulakkan memang ekstra ketat. Rukonya seperti tidak ada aktivitas, pintu besi nya dikendalikan pakai remote. Pertama saya datang, pasti kita tidak akan menyangka bahwa disanalah tempat kulakkan emas. Setelah lewat security, pertama, kami disapa oleh 1 orang penjaga toko. Mau kemana? Jawab saya beli emas. Lalu petugas itu nelpon ke bosnya, setelah itu baru pintu besi kedua dibuka. Tidak langsung ketemu dengan tempat beli emasnya. kami menunggu dulu pintu besi ketiga dibuka. Nah setelah naik satu lantai baru kami menemukan tempat transaksi mas. tapi kita belum bisa masuk juga baru bisa mengintip. Setelah kita ketok pintu besinya, dan dibukakan baru kami bisa masuk. Yaaa hari itu adalah pengalaman kedua saya belanja emas. Kalau Kakak sdh sering. Jadi bagi saya pengalaman baru. Jadi sejak kita datang sudah dilihat/terekam di kamera CCTV....

Ternyata beli emas disana gak pakai etalase, jadi emas itu digulung pakai kain, di tempatkan di rak besi yang sudah tertulis persentase emasnya. hari itu Kakak beli emas yang kadar 75% (22 karat). harga mas nya setelah + ongkos bikin dan profit penjual jadi 81% dan ada yang 83% (ini model rantai). Wah kalau boleh diphoto, saya photo tuh ..biar nyata gitu..
Nimbang emasnya juga gak satu2, tapi sekaligus saja, sekalian ditimbang sama nampannya...

Rabu, tgl 20 Agus, orang tua saya dan kakak saya kembali ke Padang....Jadi sepi lagi rumah kami....

Kalau ada yang tertarik jualan emas lumayan lho..untuk 25ribu pergram nya...

Alhamdulillah kami dapat orderan baju seragam kantor sebanyak 1000pcs, dan akan menyusul 3000 lagi.....