Friday, October 10, 2008

Allah SWT masih memberi umur panjang

Cerita pulang kampung/mudik lebaran tahun ini (2008).

Kami sekeluarga pulang kampung pada tanggal 23 Sept, berangkat jam 23.00 dari Cikarang. Ada ponakan yang ikut nama nya Ade, kuliah di FE UNPAD. Perjalanan sampai ke Lampung berjalan normal. Jam 12 Siang (hari Rabu), kami berisitirahat makan siang di kota Baturajo. Satu jam sebelum berhenti di rumah makan (Simpang Raya) yang bawa mobil Ade. Selesai makan, yang bawa mobil tetap Ade. Jadi saya bisa tidur lelap. Setelah 1.5jam perjalanan, saya perhatikan istri saya, mau muntah, jadi sopirnya diganti sama saya. Baru berjalan sekitar 500M istri saya muntah jadi kami berhenti sebentar. Lalu melanjutkan perjalanan lagi.
Selesai istri saya muntah, saya bercerita ke ponakan, kalau bawa mobil perhatikan bagaimana sopir BIS membawa mobil. Sopir akan membawa pelan-pelan dulu kalau sdh makan. Setelah itu saya minta ponakan saya utk tidur. Baru berjalan 500M, musibah itu terjadi, dijalan yang mulus, jalan yang sempit, dan berbelok-belok, sebuah BIS ALS melaju dengan kencang. Ditingkungan, BIS ALS yang datang dari Medan menuju JKT, mencuri jalan (TEKOR), jadi mobil tabrakan, saya tidak sempat untuk menghindar, kama tidak melihat ada BIS didepan. Kecepatan saya waktu masih sekitar 30KM/Jam, jadi mobil masih terkendali. Kalau sekiranya stir saya banting kekiri, tentu rumah orang yang yang akan ditabrak. Dan berakibat lebih fatal.
Setelah tabrakan mobil saya masih melaju pelan-pelan, sambil beristiqfar, ternyata Allah masih menyelamatkan kami sekeluarga.

Sekitar 100M dari lokasi kejadian, baru saya berhenti, saya lihat kaca spion patah, pintu tengah, dan belakang mobil penyok. Warga yang melihat kejadian meminta saya untuk mengejar BIS ALS tersebut. Saya berfikir sejenak, kalau saya kejar BIS (dan belum tentu dapat) dalam kondisi masih labil dan tidak konsern, bisa-bisa nanti bisa berakibat lebih fatal. kalau sekiranya BIS kesusul, mungkin akan memakan waktu lebih lama dan urusan tambah panjang. Akhirnya saya putuskan utk tidak mengejar BIS ALS tsb.

Saya telpon adik yang yang dikampung, mengabari bahwa saya mendapat kecelakaan. Apa kata adik saya, semua selamat, saya jawab selamat. Alhamdulillah kata adik saya. "Jangan pikirkan mobil yang rusak, yang rusak dapat diganti, tapi kalau nyawa gak ada ganti nya". Alhamdulillah hanya body mobil yang penyok, tidak ada kaca mobil yang pecah, jadi kami masih melanjutkan perjalanan.

Dalam pikiran saya, kalau sekiranya saya kejar BIS tsb, paling-paling sopir hanya bawa uang dibawah 1 juta, dan terpikir juga bagi saya, kasihan juga itu sopir BIS tsb. Yaaa anggap Infak sajalah.... mudah2an Allah menganti dengan yang lebih banyak....

Kira2 jam 5 sore kami mencari penginapan/hotel untuk beristirahat di kota Lahat.
Besok paginya, perjalanan kami lanjutkan. Normalnya perjalanan ke Bukittinggi sekitar 30JAM. Jadi masih ada separo perjalanan lagi yang harus ditempuh.

Inilah takdir yang yang saya alami dimudik lebaran kali ini. Padahal rencananya saya mau lewat lintas TIMUR, tapi karna pemudik di kapal Ferry menyarankan untuk lewat lintas tengah, ya saya lewat tengah. Allah SWT sdh punya rencana untuk saya...

Setelah kecelakaan, saya bertanya ke anak-anak, "Apakah kita sudah berdo'a sebelum berangkat?" Sudah jawab anak saya. Sebagaimana kebiasaan saya untuk selalu berdo'a bersama-sama sebelum berangkat. 4 Jam mau sampai kota Bukittinggi, hujan deras menguyur. Saya membaca Al Quran yang hafal, agar Allah mudahkan perjalanan saya dan menenangkan pikiran saya.

Kamis tgl 9 Oktober, kami kembali ke Jakarta dengan pesawat....Jadi Allah SWT masih mempertemukan kita semua....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home